8.09.2009

Peran Menantu di Rumah Mertua

Masalah :

Bu maya, saya mau nanya apa sih peran menantu di rumah mertua? Usia pernikahan saya 2 tahun, memilikianak berusia 1 tahun. Usia saya saat ini 19 tahun. Saya dan suami saya saling mencintai maka itu kami menikah. Masalahnya, Ibu mertua nggak suka dengan saya. Kami tidak cocok. jadi selalu di dalam hati saya membencinya karena dia selalu bilang kalau saya males. Padahal saya sudah cuci piring, nanak nasi, lap meja jika kotor, bantu lap galon jika sudah habis. Pokoknya saya selalu mengerjakan tanpa di suruh suruh.

Dia selalu membanding-bandingkan sikap menantu tempo dulu dengan sekarang.Jadi saya sakit hati sekali, kenapa kalo dia gak suka sama saya tapi masih saja mau menampung saya. Saya merasa saya itu seperti pembantu, apalagi mertua saya suka sekali sama anak laki-laki saya. Jadi kalau mereka sedang pergi keluar malem selalu ngajak anak saya, sedangkan saya disuruh jaga rumah, sedangkan suami saya pergi bermain game di warnet. saya selalu melarang suami saya untuk pergi tapi dia bilang butuh hiburan di luar.

Saya nggak tahu harus beri penjelasan apa ke suami. Ketika saya curhat ke suami, dia hanya bilang kalau orang tua emang begitu banyak masalah jadi nggak bisa perhatian sama saya, dan juga saya harus bantu Ibunya, karena kasian harus mengerjakan semua hal. Kalau saya bantu Ibunya, tapi kenapa balasannya nggak setimpal, kita serumah bersama sama. Saya selalu nyuci, dan nggak pernah ngeluh saat dia malah enak-enakan di kamarnya. Mbak Maya. saya mungkin kurang ajar jika menulis seperti ini tapi setiap hari saya selalu berpikir apa bener itu semua tugas saya.

Jadi saya mohon nasihat, meski mungkin saya belum bisa menerima nya tapi saya akan berusaha .Terima kasih

mina chan – via email



Jawaban :

Mina Chan sayang, pertanyaan awal di suratmu membuat saya tersenyum: ‘apa sih peran menantu di rumah mertua?’ Lagi-lagi ini masalah penyesuaian diri antara menantu dengan mertuanya. Kamu menikah di usia yang sangat muda. Tentu banyak hal yang masih harus kamu pelajari tentang hidup dan kehidupan ini, termasuk di dalamnya tentang penyesuaian diri dan bagaimana menjalin hubungan yang harmonis dengan keluarga suami. Sebab, ketika kita menikah dengan seseorang yang kita cintai, maka kita pun menikahi keluarganya juga. Pada saat itu, kita mulai dihadapkan dengan tuntutan untuk menyesuaikan diri, menyelami, memahami dan menerima kebiasaan-kebiasaan, sikap-sikap, nilai-nilai dan cara pandang yang ada di dalam keluarga itu.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab tidak harmonisnya hubungan mertua-menantu. Coba kaji ulang riwayat pernikahanmu. Meski didasari oleh cinta, perkawinan yang sejak awal tidak disetujui atau tidak direstui oleh salah satu atau kedua pihak orang tua biasanya akan menyebabkan hubungan dengan mertua tidak harmonis atau penuh dengan suasana bermusuhan dan saling membenci. Jika hal ini yang terjadi pada dirimu, memang tidak mudah menyikapi dan menjalaninya, apalagi kamu tinggal di rumah mertua. Konflik bisa sering sekali terjadi, yang bisa merembet ke konflik antara suami dan istri.

Penyebab lainnya, barangkali sebetulnya Ibu mertuamu lebih mempersoalkan sikap-sikapmu. Meski kamu telah rajin membantu melakukan pekerjaan-pekerjaan di rumah, namun jika melakukannya dengan rasa terpaksa atau dianggap sebagai beban tentu memunculkan perasaan-perasaan kesal, benci, marah yang dipendam, tidak terima, ngedumel di dalam hati, merasa diperlakukan seperti pembantu dsb. Semuanya itu bisa terbaca di raut wajah, gerak-gerik atau pun nada bicara. Jadi, mungkin saja Ibu mertuamu yang peka bisa menangkap perasaan tak rela dalam dirimu sehingga ia pun bereaksi secara negatif.

Lalu, bagaimana seharusnya? Yang terbaik sebenarnya adalah jika kamu dan Ibu mertuamu bisa berteman. Lebih baik lagi jika kamu bisa menempatkannya seperti orang tua kandungmu sendiri, apalagi kalian tinggal dalam satu rumah. Untuk itu, kamu perlu memperbaiki hubungan dengan Ibu mertuamu. Ada beberapa saran yang bisa kamu coba lakukan:

§ Pertama, mulailah dengan niat yang tulus, sikap optimis dan pikiran positif bahwa kalian akan bisa saling berteman. Cobalah untuk bersikap tulus dan ikhlas dalam segala hal, jangan pendam masalah, kebencian, kekesalan atau kemarahan di dalam hati. Perasaan terpaksa dan tidak ikhlas akan tercermin dalam sikap, perilaku, bahasa tubuh, bahkan kata-kata yang keluar dari mulutmu meski tanpa kamu sadari. Misalnya, wajah jadi selalu cemberut, sikap malas-malasan, kata-kata menjadi ketus dan irit. Tentu saja hal ini akan membuat Ibu mertua jengkel dan kian sengit kepadamu.

§ Kedua, coba introspeksi dirimu sendiri, hal-hal apa saja yang masih perlu diperbaiki dan lakukanlah segera. Berhadapan dengan orang yang sudah tua dan biasanya lebih sulit untuk berubah, maka perubahan itu harus dimulai dari dirimu sendiri. Jika Ibu mertuamu membanding-bandingkan dengan menantu jaman dulu, jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati. Justru sebaiknya cari tahu hal-hal positif yang bisa kamu tiru, misalnya: sikap sopan, rajin, hormat kepada suami dan keluarganya, selalu menjaga penampilan agar senantiasa rapi dan enak dilihat, dsb. Nggak ada salahnya ditiru, kan?

§ Perlahan-lahan, mulailah menjalin komunikasi yang baik dengan Ibu mertuamu. Tak perlu berlebihan, yang penting kamu tulus melakukannya. Dimulainya bisa dengan membiasakan diri menyapa secara singkat, misalnya: ”selamat pagi, ma,” atau menawarinya makan bersama, atau berpamitan ketika akan pergi keluar rumah dan mengucapkan terima kasih. Barangkali awalnya Ibu mertuamu akan terheran-heran atau menanggapinya secara sinis. Tapi percayalah, kebaikan yang ditunjukkan dengan tulus dan terus-menerus (konsisten) pada akhirnya akan menyentuh hatinya.

§ Sikap suami yang lebih suka mencari hiburan di luar rumah dengan bermain game di warnet menunjukkan bahwa ia belum dewasa, menjadikan ia kurang bisa diandalkan untuk membantumu. Ia masih lebih menuruti dorongan emosinya untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangannya sendiri, padahal ia diharapkan bisa menjembatani hubungan antara kamu dengan Ibunya. Jadi, Berinisiatiflah untuk mengajaknya bicara secara serius tentang persoalan yang kamu hadapi di rumah. Cari waktu yang tepat dan bersikaplah hati-hati sebab yang akan kamu bicarakan adalah mengenai Ibunya. Jaga jangan sampai kata-katamu terlalu memojokkan dirinya atau pun menyalahkan Ibunya. Lebih baik jika kamu memulai pembicaraan dengan nada bertanya atau meminta pendapatnya, misalnya begini: “mas, aku kepingin deh bisa lebih dekat dan berteman dengan Ibu. Tapi gimana caranya yah, sebab sampai saat ini kelihatannya Ibu kurang suka padaku. Kira-kira menurut mas apa sih sebabnya dan apa yang harus aku lakukan?”

§ Nenek (dan kakek) umumnya memang cenderung memanjakan cucu. Jika hubunganmu dengan Ibu mertua sudah mulai membaik dan kalian bisa berkomunikasi dengan lebih terbuka, kamu bisa mulai membicarakan masalah yang menyangkut anakmu secara baik-baik pada saat suasana hatinya sedang senang. Dengan halus dan sopan, kemukakan apa yang menjadi masalah atau yang mengganggu pikiranmu, lalu minta pendapatnya untuk mencari jalan keluarnya.

§ Untuk dirimu sendiri, coba fokuskan pikiran dan tenaga untuk menjalani hidup secara lebih menyenangkan, dengan cara melakukan hal-hal yang positif dan menjalankan segala sesuatunya dengan ikhlas. Dengan tidak menganggapnya sebagai beban, maka kehidupan di rumah mertua akan terasa lebih menyenangkan, meski yang namanya hidup ini tak lepas dari masalah.

Demikian saran saya untuk Mina Chan. Berusahalah dengan tulus dan ikhlas. Meski sulit dan membutuhkan waktu, jika diupayakan dengan sungguh-sungguh niscaya kamu akan berhasil memenangkan hati ibu mertuamu.

Maya Harry, Psi

2 Comentários:

KECANTIKAN by Tataqriana Zellawati Ningtyas mengatakan...

ibu mertua ITU suka semena mena jd g usah dipikir omongannya, agap z radio atau burng beo ngoceh,,, aku jg udah sering dijahatin m mertuaku, n kini aq mnghindar trus m mertuaku,,,

Anonim mengatakan...

Benerrrrrr bangettt. Setuju. Mertua ku sebel banget ma aku ketika aku masih pengangguran. Tiap hari mencela dan memaki. Akhirnya sekuat tenaga aku mencari pekerjaan. Dan ketika sudah sangat sibuk di pekerjaanku, jenjang karir meningkat signifikan, aku kebingungan antara ngurus karir dan ngurus pekerjaan yg bejibun banyaknya. E....... Mertua mencela lagi, jahat lagi. Piye toooo karepe wong iki. Kok jahat men. Mampus sana mertua jahat.

Poskan Komentar

Jangan Bengong Aja Silahkan Berkomen disini..

Tukeran Link

Blog Iseng

SETETES HARAPAN ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO